Single pertama yang keluar dari album ini adalah Stockholm Syndrome versi download. Dan segera mendapatkan antusias massa hingga menjadi the most download single ever!
Tidak berlama-lama dengan penantian pasar, Muse segera memulai live promo mereka secara besar-besaran ke seluruh dataran Eropa. Luar biasa! Q Innovation Award akhirnya mereka dapatkan tak lama setelah Absolution dirilis. Single kedua Time Is Running Out keluar dan langsung menduduki tangga pertama chart Top 10 UK. Muse juga memenangkan Best British Rock/Indie Band Award pada Interactive Music Award. Hit single fenomenal ketiga dari album Absolution Hysteria segera dirilis dan langsung mendapatkan tempat terhormat di Top 20 UK.
Cerita lain di tahun 2004 adalah kejadian saat Muse dinobatkan sebagai Best Rock Act versi Brit Award, tapi sayang mereka harus merelakannya untuk The Darkness. Muse juga melancong (dalam urusan manggung laaa….) ke Australia, Perancis, Jepang, dan USA.
Di Jepang, bassist mereka Chris, harus kehilangan cincin pernikahan (tapi syukurlah berhasil ditemukan kembali). Matthew mendapatkan luka sobek di bagian mulut ketika manggung di Atlanta, USA. Tapi untunglah tidak terlalu serius, dan jadwal manggung ke sisa negara Amerika dan Canada bisa dilanjutkan kembali.
Selama tour di Amerika dan Canada, banyak pengamat musik dan pecinta musik dunia yang memprediksikan kepopuleran Muse akan menyamai ColdPlay. Album Absolution adalah album kedua Muse yang dirilis di negara Paman Sam itu, karena Origin Of Symmetry tidak berhasil menembus birokrasi Amerika akibat ketegangan pihak Management Muse dengan Maverick (label company Madonna)….biasa, standard ganda?!?
Disela jadwal tour Eropa, single Sing For Absolution kemudian dirilis pada Natal 2004 dan menduduki tangga lagu pertama Top 20. Set panggung superfantastis di Glastonbury adalah bukti bahwa band ini sudah bisa disejajarkan dengan pendahulunya, seperti Radiohead dan ColdPlay. Namun di Glastonbury juga Muse harus menghadapi kenyataan yang memilukan. Ayah Dom harus pergi untuk selamanya akibat serangan jantung tidak lama setelah melihat anaknya tampil di atas panggung. “It was the biggest feeling of achievement we’eve ever had after coming offstage” tutur Matt mewakili rekan-rekannya yang lain. Matt menambahkan, “It was almost surreal that an hour later his dad died. It was almost not believable. We spent about a week sort of just with Dom trying to support him. I think he was happy that at least his dad got to see him at propably what was the finest moment so far of the band’s life”.
Drama 2004 juga mencatat Chris mengalami cedera pergelangan tangan sewaktu Muse tampil di Cure Curiosa (masih setengah perjalanan tour keliling benua Amerika). Merasa perlu perawatan intensif, Chris terpaksa diistarahatkan untuk beberapa lama. Posisi kosong ini kemudian diisi oleh additional bassist Morgan Nichols, pemain bass band hip-hop Inggris The Streets. Meskipun belum bisa dikatakan sembuh total tapi Chris bersikukuh untuk ikut main bareng Muse di sisa tour Amerika mereka dengan mengambil posisi keyboardist dan backing vokal.
Banyak cara dilakukan musisi untuk mengusir rasa capek dari rutinitas manggung. Matt punya kebiasaan unik disela jadwal panggung mereka yang super-padat: main poker! Teman-temannya mengakui kehebatan Matt dalam bermain kartu, hingga Matt sendiri bosan menang melulu. Pernah disela jadwal tour Eropa mereka, Matt pergi ke salah satu kasino di Barcelona untuk bermain poker. Tentu saja kali ini yang ditantangnya pemain-pemain pro alias yang udah biasa menang/kalah dan kerjaan hari-harinya hanya bermain poker. Tapi dasar lagi hoki…Matt keluar dari kasino itu dengan mengantongi kemenangan tidak kurang dari 500 euros. Ambisi Matt selanjutnya adalah tampil di acara kuis televisi Late Night Poker yang ditayangkan Channel 4. “But the stake is 1500 pounds and I’m not quite good enough yet” gumam Matt.
Recent Comments